Sabar,satu kata yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan saya,mungkin ketika saya masih dalam perut mama, saya sudah diperkenalkan beliau akan maksa sabar, versi beliau tentunya.
Banyak makna sabar secara keilmuan, namun intinya dari kata sabar itu bagi saya adalah langkah diri untuk menahan/meredam emosi dan berusaha untuk tidak terjebak didalamnya.
Untuk menjadi manusia yang sabar sangatlah sulit. Barangkali tidak ada satupun manusia didunia ini yang tidak pernah luput dari satu masalah yang menuntutnya untuk berlaku sabar. Bahkan rasanya dari kala kita masih kecil, sikap sabar sudah mulai diajarkan oleh orangtua kita baik secara langsung maupun tidak secara langsung dengan melihat tingkah laku orang disekitar.
“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (Ali Imran : 146)
Inilah salah satu penguat kita sebagai manusia untuk berusaha berlaku sabar dalam menjalani hidup, Islam sebagai agama yang saya anut memerintahkan umatnya untuk berlaku sabar, dimana dalam salah satu ayat Al-Quran menyebutkan seperti diatas.
Bahwa sebagai manusia tidaklah sia-sia jika kita berlaku sabar, karena Allah SWT akan selalu bersama kita. Dalam satu hari 24 jam kita menarik nafas dan beraktifitas, tentu saja tidak pernah luput dari satu masalah pun, terkadang masalah tersebut terasa begitu berat, begitu sedih, bahkan terkadang terasa nasib begitu kejam. Mungkin kala inilah kita sebaiknya berlaku sabar, selain lebih tawaqal dalam menghadapi masalah, kita pun akan terasa lebih ikhlas dalam menghadapi masalah.
Sekali lagi, menjadi manusia yang sabar sangatlah tidak mudah, terkadang letupan-letupan kecil emosi masih terus memicu diri untuk berlaku bodoh dalam menyikapi masalah, beberapa perbuatan bodoh pun terkadang muncul sebagai luapan letupan emosi tadi, disinilah sikap sabar seharusnya menjadi peredam.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, saya masih jauh dari sikap seorang penyabar, apalagi dikehidupan baru saya hari ini setelah sudah tidak single lagi. Rasanya banyak yang harus saya benahi dalam diri ini. Banyak sabar yang harus saya terapkan dalam berlaku dan bersikap. Semoga Allah SWT terus menuntun kita dalam sabar. َ آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن
Heuheu…. aku kayaknya memang harus juga ikutan bersabar ya….
Secara gampang emosi. hmmmmm
Hehe…sama riu,aku juga masih belajar jadi orang sabar
selalu suka tulisan henceu, keliatan kalo dulunya dekat dengan jurnalisme, masih ada sisa-sisanya
Makasih om, masih belajar om gimana supaya nulis tetep pake 5w1h
Amiiiin…
َ آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن